Dua bulan aku tidak menulis disini, kali ini aku akan menulis tentang sebuah kata yang pasti terjadi di dunia ini: perubahan. Why? Karena aku baru saja mengalami sebuah periatiwa yang membuat hatiku luka. Luka ini menganga cukup lebar dan dalam. Semoga menulis di sini bisa menjadi penyembuh luka ini.
Malam itu badanku masih terasa tidak nyaman karena radang di tenggorokan, dan kami keluar untuk membeli air dan fotokopi buku. Dalam perjalanan pulang, aku ditegur telah memberikan ekspresi yang telah melecehkan pegawai di toko foto kopi. Teguran yang lebih mirip tuduhan untukku itu membuatku kaget, sangat kaget. Karena aku memang tidak sadar sama sekali. Air mata terus menetes sepanjang malam. Aku berpikir ternyata aku bahkan belum bisa mengendalikan ekpresi wajahku sendiri! Padahal aku sudah berjuang untuk merubah sifat-sifatku bawaanku yang kurang baik. Dan ternyata perjuangan itu belum juga selesai. Masih perlu banyak perbaikan di sana sini yang menjadi PR-ku.
Sudah tidak terhitung banyaknya kritikan dan ketidaksukaan pada diriku baik secara pribadi bahkan kolektif. Sampai-sampai aku berfikir, tidak adakah di dunia ini yang bisa menerimaku?? Hanya satu orang sahabat saja yang secara jujur mengatakan bisa merasakan perubahan pada diriku. Selainnya…..aku tidak tahu. Peristiwa kemarin malam makin membuatku berhati-hati dalam bertutur kata dan tingkah laku. Tidak mungkin semua orang akan memaklumi ketidaksadaranku berekspresi buruk.
Ini tidak mudah, mengingat aku terbiasa lepas dengan ekspresi. Namun ini harus aku lalui, sampai pada titik berhenti yang abadi.